BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kota Palangka Raya. Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Soekarno, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kamis 5 November 2026.
Kondisi cuaca yang belum menurunkan hujan selama empat hari terakhir menjadi salah satu pemicu memudahnya api berkembang di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Pauzi, membenarkan terjadinya peristiwa kebakaran ttersebut
Ia menyebutkan bahwa laporan masuk terkait adanya titik api yang berkembang di kawasan Jalan Soekarno, Kelurahan Menteng, sejak Kamis siang.
Kondisi udara yang cukup panas dan angin yang bertiup cukup kering membuat api dengan cepat menjalar ke area lahan kering di sekitarnya.
"Saat ini kejadian tersebut sedang ditangani langsung oleh tim gabungan Satgas Karhutla di lokasi kejadian. Personel telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman dari darat guna mencegah api meluas ke area permukiman warga yang berdekatan," ungkap Heri Pauzi.
Empat hari berturut-turut tanpa turunnya hujan membuat kondisi tanah dan vegetasi di wilayah Palangka Raya berada dalam keadaan sangat kering.
Hal ini memudahkan api berkembang dengan cepat jika ada pemicu, baik yang disengaja maupun tidak sengaja. Kelembapan udara yang rendah turut memperlambat proses pemadaman secara alami.
Heri Pauzi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan di area terbuka.
Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, percikan api sekecil apa pun dapat dengan cepat berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan.
"Kami meminta warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika melihat adanya asap atau api di sekitar lingkungan tempat tinggal. Kecepatan informasi sangat menentukan keberhasilan pemadaman sebelum api berkembang lebih luas," tambahnya.
Pihak BPBD Palangka Raya tetap meningkatkan status kesiapsiagaan di seluruh kecamatan mengingat curah hujan yang belum merata di wilayah kota.
Pemantauan rutin terus dilakukan di titik-titik rawan kebakaran untuk meminimalkan risiko terulangnya peristiwa serupa di lokasi lain.
Diharapkan masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran lahan.
"Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama agar Palangka Raya terbebas dari bahaya karhutla di musim peralihan cuaca ini," pungkasnya. (PATHUR/R)









