BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas menyiapkan dua alternatif lokasi untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Kedua kawasan tersebut berada di Desa Batuah, Kecamatan Basarang, dan Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir.
Penyiapan lokasi itu disampaikan Bupati Kapuas M Wiyatno dalam rapat konsultasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat bersama Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta.
Kedua lokasi tersebut dipersiapkan sebagai alternatif dengan mempertimbangkan kondisi lahan, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur. Penentuan lokasi selanjutnya masih memerlukan pembahasan dan penyesuaian dengan persyaratan teknis pembangunan.
Salah satu alternatif kawasan yang disiapkan memiliki luas sekitar 40 hektare. Lokasi tersebut disebut berjarak kurang lebih lima menit dari pusat kota Kuala Kapuas.
“Terkait kesiapan lahan, salah satu alternatif lokasi memiliki luas lahan sekitar 40 hektare, berjarak kurang lebih lima menit dari pusat kota. Lahan tersebut merupakan aset pemerintah daerah dan telah dipersiapkan dari sisi administrasi serta sertifikasi,” jelas M Wiyatno, Kamis, 5 Oktober 2026.
Selain ketersediaan lahan, akses menuju kawasan juga menjadi pertimbangan. Pemkab menyebut lokasi yang disiapkan memiliki akses jalan memadai, dapat dilalui kendaraan berat, serta didukung keberadaan jembatan.
Pemerintah daerah juga merencanakan peningkatan akses jalan untuk menunjang proses pembangunan. Kesiapan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap rencana pembangunan fasilitas pendidikan itu.
Dalam konsultasi bersama Kementerian Pekerjaan Umum, pembahasan turut mencakup kondisi dan karakteristik lahan, potensi risiko pembangunan, serta kesiapan infrastruktur di kawasan yang diusulkan.
Pemkab Kapuas menyatakan siap memenuhi persyaratan administrasi dan teknis yang diperlukan. Namun, dua lokasi yang disiapkan tersebut masih merupakan alternatif sehingga penetapan lokasi pembangunan menunggu hasil pembahasan lebih lanjut. (SABRIANOOR/R)









