BORNEONEWS, Palangka Raya – Neraca perdagangan Kalimantan Tengah mencatat surplus sebesar US$699,09 juta pada triwulan III 2026. Surplus tersebut menunjukkan nilai ekspor barang Kalteng ke luar negeri masih lebih besar dibandingkan nilai impornya.

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, kinerja perdagangan luar negeri daerah masih ditopang sejumlah komoditas unggulan, terutama minyak sawit.

Nilai ekspor komoditas minyak sawit mengalami peningkatan sebesar 25,47 persen dibandingkan triwulan III 2025.

"Nilai ekspor komoditas unggulan kita adalah minyak sawit meningkat sebesar 25,47 persen," ungkap Toto dalam Berita Resmi Statistik terkait Perekonomian Kalteng Triwulan III tahun 2026 pada Kamis, 5 November 2026.

Namun, kondisi berbeda terjadi pada komoditas batu bara. Nilai ekspor batu bara justru mengalami penurunan sebesar 33,34 persen secara tahunan.

"Penurunan tersebut sejalan dengan melemahnya aktivitas produksi dan ekspor batu bara Kalteng selama periode yang sama," katanya lagi.

Sementara itu, nilai impor migas dan nonmigas juga mengalami penurunan cukup signifikan, yakni sebesar 45,81 persen dibandingkan triwulan III 2025.

Toto menjelaskan, surplus perdagangan tersebut mencerminkan nilai barang yang diekspor Kalteng masih lebih tinggi dibandingkan barang yang diimpor.

Perbedaan kinerja komoditas ekspor ini memperlihatkan bahwa perdagangan luar negeri Kalteng masih memiliki ketergantungan pada komoditas unggulan, dengan perkembangan yang tidak selalu bergerak searah. (TESTI PRISCILLA/j)