BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menyalurkan ribuan paket bantuan pangan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan.
Penyaluran bantuan berlangsung di Lapangan Tenis Indoor Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Jumat, 6 November 2026 sore.
Kegiatan tersebut disambut antusias ribuan warga yang memadati lokasi untuk menerima bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan itu, Agustiar Sabran mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sebanyak 22.500 paket bantuan pangan untuk masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.550 paket telah berhasil disalurkan kepada para penerima manfaat.
Untuk tahap penyaluran ini, bantuan diperuntukkan bagi 4.000 kepala keluarga (KK) yang dinilai berhak menerima di seluruh kabupaten se-Kalteng. Hingga saat ini, sebanyak 3.000 KK di antaranya telah menerima bantuan.
Agustiar menegaskan, pemerintah berkomitmen memastikan bantuan pangan tersebut tersalurkan secara merata dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah prinsip satu rumah satu bantuan. Dengan demikian, apabila dalam satu rumah terdapat beberapa kepala keluarga, penyalurannya tetap mempertimbangkan kondisi riil masyarakat di lapangan.
"Kami pastikan semua data diverifikasi dengan baik. Jika ada warga yang belum mendapatkan bantuan, silakan melapor melalui kepada pemerintah setempat agar segera ditindaklanjuti," ujar Agustiar.
Ia juga memastikan penyaluran bantuan pangan menjangkau seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah tanpa membedakan kelompok masyarakat tertentu.
"Bantuan pangan ini dipastikan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima dan terdampak. Tidak ada untuk kelompok-kelompok tertentu saja," tegasnya.
Gubernur turut memberikan perhatian kepada warga kurang mampu yang terdampak karhutla tetapi belum masuk dalam daftar penerima bantuan.
Ia meminta masyarakat segera menyampaikan laporan kepada pemerintah daerah agar dapat dilakukan pendataan dan tindak lanjut.
"Bagi warga terdampak yang tidak mampu namun belum terdaftar, silakan melapor ke Bupati. Nanti Pemkab akan berkoordinasi dengan kami di provinsi, dan pastinya akan kami tambahkan pasokannya," tambahnya.
Kehadiran Gubernur Kalteng di Kuala Pembuang tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memastikan penanganan dampak karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat yang terdampak secara ekonomi. (FAHRUL/H)









