BORNEONEWS, Tamiang Layang – Bupati Barito Timur, M Yamin, menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap berlanjut meski pemerintah daerah menurunkan status tanggap darurat yang berakhir pada 31 Oktober 2026, menjadi pemulihan pascabencana.

"Penurunan status tidak berarti pemerintah daerah menghentikan upaya penanganan karhutla yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah," ujar Yamin, Selasa, 3 November 2026.

Menurut Bupati, keputusan menurunkan status tanggap darurat diambil setelah pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan kondisi karhutla di Barito Timur, termasuk sebaran titik panas, kualitas udara serta situasi di masing-masing wilayah.

“Penurunan status ini sudah mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Namun, penanganan karhutla tetap menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujarnya.

Yamin menjelaskan, pemerintah daerah juga mempertimbangkan berbagai masukan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebelum mengambil keputusan tersebut.

Selain perkembangan karhutla, ketersediaan air bersih bagi masyarakat serta pertanggungjawaban penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) turut menjadi perhatian dalam evaluasi penanganan bencana.

Sebelumnya, Pemkab Barito Timur membahas perkembangan karhutla melalui rapat koordinasi yang dipimpin Bupati M Yamin di Tamiang Layang, Senin, 2 November 2026.

Rapat tersebut melibatkan unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah terkait, BPBD Damkar dan para camat. Pertemuan itu menjadi bagian dari evaluasi terhadap langkah penanganan yang telah dilakukan sekaligus menentukan kebijakan lanjutan.

Meski status tanggap darurat telah diturunkan, Yamin memastikan pemerintah daerah tetap menyiagakan personel untuk merespons kebakaran yang terjadi di lapangan.

“Apabila terjadi kebakaran, penanganan tetap dilakukan dengan melibatkan BPBD dan Damkar, relawan, TNI serta Polri sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Bupati menegaskan, kesiapsiagaan seluruh unsur terkait tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Yamin juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman karhutla. Menurutnya, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya mengandalkan pemerintah dan petugas pemadam kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar karhutla tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Kepala Daerah berharap masyarakat terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi memicu kebakaran.

Pemkab Barito Timur pun mengajak seluruh masyarakat menjaga kondisi wilayah tetap aman dari ancaman karhutla, sekaligus mendukung upaya pemulihan pascabencana agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)