BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya telah menyerap anggaran sebesar Rp291.341.050 untuk belanja bahan medis habis pakai (BMHP) dan obat-obatan dalam mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menjelaskan anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla.

“Di tabel itu ada belanja BMHP, bahan medis habis pakai dan obat-obatan, ada Rp291.341.050,” ujar Riduan, Rabu, 4 November 2026.

Ia menyebutkan, berbagai kebutuhan yang disediakan meliputi vitamin, masker medis, hingga oksigen kaleng atau Oxycan. Perlengkapan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Selain obat-obatan dan bahan medis habis pakai, Pemko Palangka Raya juga melengkapi fasilitas pendukung penanganan kesehatan berupa tabung oksigen, regulator, serta oksimeter.

"Penyediaan peralatan tersebut ditujukan untuk menunjang pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan penanganan maupun pemantauan kondisi kesehatan," tambahnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperkuat layanan kesehatan di tengah kondisi karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Riduan menegaskan, pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat terdampak kabut asap dapat berjalan dengan baik. (MARINI/y)