BORNEONEWS, Palangka Raya – Ekspor masih menjadi komponen terbesar dalam struktur Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Kalimantan Tengah menurut pengeluaran. Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng mencatat kontribusi komponen ekspor mencapai 54,29 persen terhadap total PDRB pada triwulan III 2026.

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, besarnya kontribusi tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Kalteng masih sangat berkaitan dengan perdagangan barang ke luar daerah maupun luar negeri.

"Komponen ini memiliki share terbesar, yaitu ekspor sebesar 54,29 persen terhadap total PDB," ujarnya dalam Rilis Berita Statistik pada Jumat, 6 November 2026.

Meski memiliki kontribusi terbesar, komponen ekspor justru mengalami kontraksi atau penurunan pertumbuhan sebesar 4,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri mengingat ekspor memiliki porsi dominan dalam struktur ekonomi Kalteng," katanya.

Salah satu komoditas unggulan daerah, yakni batu bara, mengalami penurunan nilai ekspor sebesar 33,34 persen secara tahunan. Sementara nilai ekspor minyak sawit meningkat 25,47 persen.

Di sisi lain, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi memiliki kontribusi sebesar 37,01 persen terhadap PDRB dan tumbuh 1,52 persen.

Sedangkan konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi 35,60 persen dengan pertumbuhan mencapai 3,02 persen.

Toto menjelaskan, PDRB menurut pengeluaran digunakan untuk melihat bagaimana barang dan jasa yang dihasilkan dari berbagai lapangan usaha dimanfaatkan oleh masing-masing komponen pengeluaran.

Perkembangan tersebut memperlihatkan struktur ekonomi Kalteng masih ditopang ekspor, investasi, dan konsumsi rumah tangga, dengan dinamika pertumbuhan yang berbeda pada masing-masing komponen. (TESTI PRISCILLA/H)