BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali meningkat. Setelah sempat mereda, titik api kembali membara di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Kecamatan Seranau.

‎Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Diana Setiawan mengungkapkan

‎Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim kembali meningkatkan upaya penanganan karhutla. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), satuan tugas (Satgas), hingga relawan diminta kembali aktif melakukan penanganan seperti saat kondisi kebakaran sebelumnya.

‎"Situasi kebakaran yang sempat sedikit landai ternyata kembali memburuk. Bahkan, asap kebakaran telah mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit. Kemarin sore saja ada satu pesawat tidak bisa landing gara-gara asap. Jadi pemerintah daerah harus kerja keras lagi," ujarnya, Kamis, 5 November 2026.

‎Ia mengungkapkan, kebakaran kembali terlihat membara di kawasan Jalan Sudirman pada Rabu malam. Sementara di wilayah seberang, tepatnya Kecamatan Seranau, kondisi kebakaran juga kembali mengkhawatirkan.

‎Menindaklanjuti kondisi tersebut, sejak Rabu malam tim penanganan karhutla kembali dikerahkan untuk melaksanakan tugas pemadaman. Bahkan, seluruh OPD yang memiliki peran dalam mendukung penanganan diminta kembali mengaktifkan personelnya.

‎"Tadi pagi sudah saya sampaikan kepada semua OPD, terutama yang menjadi penyuplai dukungan, agar kembali aktif. Tugaskan lagi anak buah seperti semula," tegasnya.

‎Menurut Diana, struktur penanganan melalui BPBD juga kembali diaktifkan secara maksimal. Seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Satgas hingga relawan, diminta bekerja bersama memadamkan api.

‎Ia menyebutkan, kebakaran di Jalan Sudirman saat ini sudah berhasil dipadamkan. Namun, kondisi di wilayah Seranau masih menjadi perhatian karena api masih berkobar‎.

‎"Di Sudirman hari ini sudah mati, sudah padam. Tapi di seberang masih," ungkapnya.

‎Pemkab Kotim pun kembali memfokuskan penanganan karhutla agar titik api tidak semakin meluas dan asap tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan di Sampit. (DEVI/y)

‎