BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kabupaten Kapuas mencatat kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Kalimantan Tengah. Kondisi ini terungkap dalam data ketenagakerjaan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah yang dirilis pada 5 November 2026.

Berdasarkan data periode Agustus 2026, TPT Kabupaten Kapuas mencapai 3,77 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2025 yang berada di posisi 3,51 persen atau naik 0,26 persen poin.

Kenaikan itu menjadi yang tertinggi dibandingkan 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah. Situasi ini menjadi perhatian karena sejumlah daerah lain justru mampu menekan tingkat pengangguran dalam periode yang sama.

Tak hanya angka pengangguran yang meningkat, indikator partisipasi angkatan kerja di Kapuas juga menunjukkan tren penurunan. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di daerah ini terus merosot selama tiga tahun berturut-turut.

Pada Agustus 2024, TPAK Kapuas tercatat sebesar 71,52 persen. Angka itu turun menjadi 67,92 persen pada Agustus 2025, kemudian kembali merosot hingga 66,65 persen pada Agustus 2026.

Penurunan TPAK tersebut menunjukkan berkurangnya proporsi penduduk usia kerja yang masuk dalam angkatan kerja, baik mereka yang bekerja maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan. Artinya, tantangan ketenagakerjaan di Kapuas tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya pengangguran, tetapi juga menurunnya partisipasi penduduk dalam pasar kerja.

Sebagai pembanding, Kota Palangka Raya mencatat penurunan TPT terbesar di Kalteng, yakni 0,39 persen poin. Meski demikian, TPT di ibu kota provinsi tersebut masih menjadi yang tertinggi secara nominal, yaitu 4,84 persen.

Secara keseluruhan, TPT Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 mencapai 4,01 persen, sedikit meningkat dibandingkan periode Agustus 2025 sebesar 3,97 persen. Data ini memperlihatkan bahwa persoalan penyerapan tenaga kerja masih menjadi tantangan di tingkat provinsi, dengan Kabupaten Kapuas mencatat kenaikan pengangguran paling tinggi. (SABRIANOOR/H)