BORNEONEWS, Palangka Raya – Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan III 2026. Sektor tersebut memberikan kontribusi sumber pertumbuhan sebesar 1,48 persen poin.

Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, selain pertanian, industri pengolahan juga menjadi salah satu lapangan usaha yang memberikan andil cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan merupakan lapangan usaha dengan andil pertumbuhan tertinggi, yaitu 1,48 persen poin, diikuti industri pengolahan sebesar 0,73 persen poin," ujarnya saat menyampaikan Berita Resmi Statistik pada Sabtu, 7 November 2026.

Menurut Toto, besarnya andil sektor pertanian menunjukkan peran penting lapangan usaha tersebut dalam membentuk pertumbuhan ekonomi Kalteng.

"Dari sisi produksi, pertanian juga mencatat sejumlah perkembangan positif. Produksi padi meningkat 11,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," katanya.

Sementara itu, produksi kelapa sawit meningkat 1,45 persen dan produksi CPO beserta turunannya tumbuh 5,24 persen secara tahunan.

Perkembangan tersebut memperlihatkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih memiliki posisi strategis dalam perekonomian Kalteng.

Di tengah tekanan pada sejumlah sektor lainnya, khususnya pertambangan batu bara, sektor pertanian justru menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/y)