BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Tim Pemantau Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup melakukan pemantauan dan penilaian di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada 5–7 November 2026.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari penilaian Adipura 2026 untuk melihat kondisi pengelolaan lingkungan dan kebersihan daerah, khususnya di wilayah perkotaan Kuala Kapuas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, membenarkan kegiatan tersebut. Ia menyebut tim dipimpin Heri Susanto, Kepala Bidang Wilayah II Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia.

Menurut Tonun, terdapat banyak aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian Adipura. Namun, fokus utama kali ini adalah persoalan sampah, termasuk bagaimana pengelolaannya sejak dari sumber.

"Aspek penilaian banyak, namun fokus utama adalah sampah dan pengolahan sampah dari sumbernya," ujar Tonun, Jumat, 6 November 2026.

Tonun mengaku telah mendampingi langsung tim pemantau selama kegiatan berlangsung. Dari hasil pendampingan tersebut, ia menilai masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Kabupaten Kapuas dalam pembenahan pengelolaan lingkungan.

"Dari saya mendampingi Tim Pemantau Adipura, kita Kapuas banyak PR-nya," ungkapnya.

Meski demikian, ia belum memberikan gambaran lebih jauh mengenai peluang Kapuas dalam penilaian tahun ini. Menurutnya, hasil akhir sepenuhnya menunggu evaluasi tim pemantau.

"Kita tunggu saja hasil pemantauan atau penilaian tim tersebut," katanya.

Penilaian Adipura ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat sejauh mana pembenahan kebersihan dan pengelolaan sampah telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi pekerjaan yang masih perlu dituntaskan. (SABRIANOOR/y)