BORNEONEWS, Palangka Raya - Stok beras di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 12.212 ton di tengah kenaikan harga beras lokal yang dipengaruhi penurunan produksi akibat kemarau sebelumnya.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan kondisi tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
“Kenaikan harga beras di Kalimantan Tengah terutama terjadi pada beras lokal, seperti Mayang dan Banjar. Sementara itu, harga beras SPHP dan bantuan pangan dari pemerintah pusat relatif stabil. Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan produksi akibat kemarau sebelumnya,” jelas Yuas dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Rabu, 4 November 2026.
Menurut Yuas, meskipun stok beras relatif aman, kenaikan harga tetap perlu dikendalikan karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan memiliki andil terhadap inflasi.
“Stok beras di Kalimantan Tengah relatif aman, yakni sekitar 12.212 ton. Namun, kenaikan harga beras perlu dikendalikan karena beras adalah kebutuhan pokok masyarakat dan memiliki andil terhadap inflasi,” ungkap Yuas.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga pangan melalui pasar murah, gerakan pangan murah, pasar penyeimbang, dan operasi pasar.
Koordinasi dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog turut diperkuat untuk memperlancar distribusi beras ke seluruh kabupaten di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/R)









